#1 Kumpulan Puisi Cinta, Rindu, Perpisahan, dan Syair Puisi Tentang Ibu

Untuk Sebuah Perasaan Yang Sudah Berlalu



Puisi cinta, rindu, perpisahan, syair tentang ibu

Ditulis oleh:
Nofri Pratama

Kumpulan Puisi dan Tulisan Lainnya:

Hoby Baru


Dengan tulisan ini
Aku hanya ingin menyampaikan kepadamu
Kalau aku punya hoby baru
Iya, hoby baru yaitu: jalan-jalan
Aku akan mengunjungi kembali tempat-tempat yang pernah kita lalui berdua
Merekam kembali jejak-jejak kenangan bersama kala itu
Aku berharap dengan mengunjungi tempat-tempat itu kembali
Rinduku dapat terobati walau tidak seutuh nya
Aku akan menulis perasaanku saat di berada di tempat-tempat itu
Menuliskan bagaimana rasa nya disitu tanpamu lagi
Semoga aku betah dengan hoby baruku ini.

Nofri Pratama | Agustus 2017
 

Aku Dan Satu Tempat Kenangan


Hai, kamu yang pernah ada di kehidupkanku
Yang pernah mengisi hari-hari ku dulu
Hari ini aku kembali berjalan di tepi pantai
Yang dulu kamu pernah bilang kamu sangat suka pantai ini

Langkah kakiku terus menyusuri jalanan pasir pantai nya
Jalan yang pernah kita tapaki dulu bersama
Jalan yang pernah kita tempuh bersama
Dan berlari bersama pula
Ketika deburan ombak datang menghampiri
Seakan ingin menangkap kaki kita untuk dibasahi.

Aku melihat semua jejak kita yang dahulu kembali
Seakan aku melihatmu berlari-lari dan menantangku untuk mengejarmu
Ingatan itu masih jelas terlihat
Mataku masih melihat jelas jejak tumpuan kakimu di pasir pantai ini
Walau sebenar nya jejak itu sudah tidak ada dan menghilang sejak dulu.

Lalu bagaimana denganmu
Apa kamu masih mau mengingat dan mendatangi tempat-tempat yang pernah kita kunjungi
Kuharap kau masih mau
Walau itu mustahil bagiku
Tapi aku percaya tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini.

Sama dengan hal nya saat kamu bertanya apakah aku percaya keajaiban
Yang saat itu kujawab tidak
Aku melihat raut wajah kesalmu saat mendengar jawaban itu
Namun kau berusaha tetap menyembunyikan nya.

Sampai sekarang aku belum percaya keajaiban itu
Nyatanya aku dan kamu terpisah
dan sampai sekarang belum bertemu kembali.

Masihkah kamu percaya keajaiban itu ?.

Nofri Pratama | 21/08/2017
 

Di 1/3 Malam


Aku terbangun dari buaiyan mimpi yang memanjakan ku
Aku jarang seperti ini
Tidurku tidak nyenyak malam ini.
Mataku seakan berontak ingin di buka
Namun alam mimpi menyeretku.

Aku berdiam diri dalam sepi hening pekat malam
Renungan demi renungan kurenungi.
Hati yang berkecamuk tak menentu
Namun kucoba menenangkan diri ini
Disela-sela nafas sesak, kenangan-kenangan lalu menyeruak brutal kembali dalam ingatan
Ucapan salam selamat tidur darimu, sudah lama tak ku dengarkan lagi
Semua berjalan terlalu cepat
Lebih cepat dari biasa nya.

Kucoba bangun kuatkan hati, di sepertiga malam kucoba meminta ketabahan kepadanya
Di sela-sela do'a kuselipkan indah namamu.
Walau kau di sana tak mengingatku kembali
Namun aku akan selalu mengingatmu, bersama kenangan-kenangan dan kisah lalu.

Nofri Pratama | 21 Agustus 2017
 

Aku Dan Kebodohan


Semakin hari aku semakin bodoh rasanya
Bodoh karena terus-terusan memelihara rindu yang semakin menyakitkan
Bukankah rindu obat nya adalah bertemu ?
Iya, memang itu obat nya
Itulah bodoh nya aku

Aku sendiri merawat rindu
Sedangkan yang aku rindukan sendiri sudah melupakanku
Bodoh nya aku
Yang tidak mau menerima keadaan.

Bodoh nya aku
Yang masih merindukan yang perlahan mulai menggrogoti tubuhku dan mulai menyakitiku
Bahkan bisa jadi akan membunuhku perlahan.

Ini aku dan kebodohanku
Yang selalu merawat rindu
Walau tak kunjung bertemu.

Nofri Pratama |21 Agustus 2017
 

Tuhan. Aku Takut


Aku tidak pernah membayangkan
Kalau aku akan melewati hari
Dimana mataku memandangmu
Untuk yang pertama kali

Rasa itu kembali menghampiriku
Kembali menyelimuti hati
Tidak tahu harus berbuat apa lagi
Serangan nya begitu dahsyat menerpa

Tuhan. Aku takut
Aku takut setelah rasa itu menghinggapiku
Dia malah pergi lagi meninggalkanku.
Tuhan.
Aku takut rasa ini hanya akan meluluh lantahkanku lagi
Membuatku tertatih-tatih merintih dan patah lagi.
Aku takut.
Tuhan.
Aku takut.

Nofri Pratama | Padang  09/03/2017

Ikuti Aku Dan Terbakar Api Cinta Berdua


Ikutlah bersamaku bermain-main api cinta di hatiku.

Ikutlah bersamaku menyalakan api cinta di hatiku.

Dan rasakan betapa panas bara api cinta dan nikmati suasana nya di hatiku.

Namun jangan lupa api cinta yang kecil tadi aku nyalakan.

Lama-lama akan semakin membesar.
Dan sanggup membakar.

Dan ikuti aku bermain api cinta di hatiku, dan kita terbakar api cinta berdua.

Nofri Pratama | Padang 06/03/2017

 
Aku Yang Hanya Punya Cinta


Aku memang orang yang bukan siapa-siapa di dalam hidupmu
Yang memang tidak pantas untuk mengharapkan sebuah persaan hati.

Aku hanya seseorang yang telah lancang menumbuhkan sebuah rasa
Dan dengan lancang juga menyatakan nya kepadamu.

Kehadiranku hanya akan mengganggu akan indah hari-harimu.
Yang akan selalu menjadi bayang-bayang yang mengikuti dan membuatmu risih.

Aku juga berpikir demikian 
Namun perasaan ini tidak bisa kusembunyikan dan aku pendam.

Jangankan untuk mengharapkan kau menerimaku.
Melihatmu saja hatiku sudah di ambang-ambang suasana bahagia yang penuh arti.
Siapalah aku

Apa yang bisa kuperbuat untuk mu.
Aku hanya anak manusia yang hanya berharap bisa mengubah pecah-pecahan batu menjadi emas permata.

Anak manusia yang berharap perasaan cinta dari seseorang yang tidak menganggap nya apa-apa.

Apalah daya, aku hanya punya cinta. Dan ingin di cinta.

Apalah. Apalah. Apalah aku hanya punya cinta.

Nofri Pratama | Padang 06/03/2017

Tentang Kita Sahabat


Termenung sendiri menatap langit sepi
Yang tiada di hiasi bintang malam ini
Dingin nya udara terasa menusuk sampai ke ulu hati
Membuat teringat kembali tentang sahabat yang dulu pergi.

Sahabat yang dahulu
Sama-sama memandang indah nya pelangi
Sahabat yang dahulu
Sama-sama menatap ribuan kerlap-kerlip bintang di langit.

Namun demi mengejar sebuah cita-cita
Kita di paksa meninggalkan keindahan
Yang dahulu dinikmati bersama
Ku harap kalian masih sama.

Seperti dahulu kala
Ketika saat perpisah
Untuk hidup kita yang indah nanti nya.

Disini aku masih mengingat kalian semua
Membuat rindu menumpuk di dada
Semoga kita masih bisa bertemu kembali semua
Dan menikmati kembali keindahan yang sempat tertunda.

Nofri Pratama | Padang 10/02/2017

Untuk Sebuah Perasaan Yang Sudah Berlalu


Bunga mawar yang dulu setia kau siram setiap pagi menjelang
Yang kau jaga agar tak layu dan tetap merah mekar cantik.

Kini lemah layu, tak berdaya
Merah mekar berubah hitam pekat
Yang dulu dijaga kini tertinggalkan.

Sinar sang surya masih setia bersinar
Terus berjalan menuju senja setiap hari nya.

Namun rona yang dulu berada di depanku
Setia terukir di bola mataku
Sekarang bayang nya pun tak muncul lagi
Menghilang seiring nya waktu.

Sebuah perasaan dulu lamat-lamat pudar
Seakan angin membawa nya terbang 
Melayang-layang hingga tak bisa dirasakan lagi.

Hanya pena dan kertas yang setia menemani hari-hari
Waktu yang sekian lama
Semakin berlalu meninggalkan.

Pena yang selalu tulus menggoreskan kenangan yang sudah berlalu
Kertas yang setia menjadi tempat mengadu
Tempat menyimpan goresan demi goresan kenangan yang terukir.

Hanya satu yang ingin kusampaikan untukmu sebuah perasaan walau sudah berlalu.

Izinkan aku menuliskan dan menceritakan setiap kisah
Kenangan-kenangan yang pernah dilalui
Alasanku hanya untuk selalu mengabadikan
Setiap kisah yang terukir di setiap waktu yang sudah berlalu.

Agar kelak aku dapat bernostalgia kembali
Bersama kenangan yang mengoyak-oyak hati.

Nofri Pratama | Padang 20/08/2017
 

Catatan 1:

Ronamu Dimataku Dan Ronaku Dimatamu
Aku masih ingat dengan jelas, saat-saat kita duduk berdua. Di sebuah kursi kayu, yang kini kursi itu sudah lapuk, dan rapuh.

Aku masih ingat dengan jelas, suasana sejuk angin pantai pagi itu.

Merasakan kesegaran yang begitu menenangkan jiwa, serta bisa duduk bersamamu pagi itu.

Aku masih ingat dengan jelas, ketika kita duduk bertatapan berdua, aku bisa melihat dengan jelas wajah indah mu, yang hingga saat ini masih belum bisa hilang dari ingatanku.

Yang masih melayang-layang dalam pikiranku. Masih membayang-bayang di mataku.

Aku masih ingat dengan jelas, ketika kita saling pandang, aku bisa melihat diriku di bola mata mu yang sangat indah itu.

Namun sekarang. Semua itu, hanya tinggal dalam ingatan yang sesekali datang kembali, yang membuat hati dan raga ini merasa rindu akan semua itu. Ingin rasanya mengulang masa-masa itu kembali.

Namun apalah daya, yang tidak bisa memutar waktu. Hanya bisa menjalani waktu yang berjalan dan lama-lama mulai meningalkan.

Hanya jejak-jejak kenangan indah yang tersisa sekarang, hanya bekas-bekas semua itu yang tertinggal dalam benak dan ingatan.

Dan hanya sisa yang menggores di hati, yang sesekali mendenyut kembali dan membuat hati ini merasakan rindu.

Walau semua itu waktu yang sudah berlalu. Namun kisah nya menjadikan kenangan dalam waktu yang akan datang.

Aku dan kamu hanya sebuah cerita indah kala itu, dan menjadi kisah rindu masa sekarang. Hingga menjadi kisah yang akan kukenang, di masa mendatang.

Nofri Pratama | Padang 15/02/2017

Angin Bisikkan Kepadanya


Angin, Bisikkan Kepadanya
Gelisah, resah, dan gundah menyelimutiku.

Seharian ini, aku menunggu kabar dari dirimu.

Namun tak satu kabarpun sampai kepadaku
Kemana ?, dimana ?, dirimu.

Angin, bisikkan kepadanya !.
Aku sangat meresahi dia

Angin, katakan kepadanya !.
Aku sangat merindukan dia

Dimana ?.
Dimana ?.
Dimana ?.
Dirinya berada ?.

Aku mohon kepadamu sekali lagi angin.
Sampaikan pesanku kepada nya
Katakana !. Bisikkan !.
Bahwa aku sangat rindu, kepada dirinya.

Nofri Pratama | Padang 31/01/2017

Merinduku Dalam Kesunyianku


Angin bertiup, dan terasa dingin malam ini
Aku duduk termenung, tenggelam dalam kesunyianku.

Membuatku mulai merindukanmu.
Taburan ribuan bintang yang menemani
Perlahan, lamat-lamat hilang meninggalkanku

Sungguh terasa sepi hari-hariku
Tanpa kehadiranmu, di sisiku

Aku hanya selalu berharap, datanglah kasih.
Dan obati luka-luka hati sebab rinduku
Aku hanya selalu berharap, hadirlah kasih.
Dan hancurkan, rasa rindu yang selalu mencekamku.

Tiada hari, dan tiada waktu
Yang seindah hari dan waktu bersamamu
Salam hangat dari kesunyianku, untukmu.
I miss you

NofriPratama | Padang 30/01/2017

Cinta:
Cerita Indah Namun Tanpa Arah


Cinta. 
Cerita indah namun tanpa arah
Cinta bagaikan sebuah perahu
Yang mengambang di tengah lautan
Tanpa arah dan tujuan
Mengambang-ngambang.

Jika berada di atas perahu itu
Kamu harus berusaha mengendalikan
Mencari, serta membawanya
Menemukan arah dan tujuan
Kalau kamu hanya menikmati indah nya saja
Yakin kamu tidak akan menemukan arah nya

Jika kamu hanya mendengar cerita nya saja
Yakin kamu akan tenggelam di buat nya
Kenali cinta, temukan arah dan tujuan nya
Rasakan manis pahit cerita bersama nya

Berusaha bangkit ketika jatuh nya
Yakin kamu akan bahagia mengenal
Yang nama nya cinta.

Nofri Pratama | Padang 10/02/2017

Sambut Pagi Bersamaku. Disini Aku Untukmu


Aku masih bisa melihatmu, di pagi hari
Aku masih bisa menatapmu, pertama aku membuka mata
Aku masih bisa menikmati, manis senyummu hingga kini
Aku masih bisa merasakan, kehadiranmu di dekatku

Betapa indah nya pagiku, di pelukanmu
Betapa bahagia  nya pagiku, di sambutmu
Betapa berarti nya pagiku, di sampingmu
Betapa lengkap nya pagiku, hidup bersamamu

Cobalah tetap selalu bersamaku
Jalani bahagiamu di sampingku
Walau aku tidak bisa menjanjikan indah selalu untuk mu

Tapi akan ku usahakan, untuk selalu membuatmu. tersenyum bahagia selalu
Tetap bersamaku.
Karena cintaku hanya untukmu
Selama nya
Hingga akhir usia ku
Bersamamu, kekasihku.

Nofri Pratama | Padang 03/02/2017
 

Hanya Ingin Mengetahui


Apa kabar mu yang jauh disana
Masih ingatkah dulu waktu kita bersama
Dulu
Iya dulu.
Sewaktu kita saling mengisi rindu berdua
Mungkin kamu sudah lupa
Atau juga masih mengenang nya
Tapi aku berharap kamu masih menyimpan semua
Selama nya.

Nofri Pratama | Padang 07/02/2017

Hatiku Jatuh Saat-Saat Pandangan Pertama


Aku sangat ingin mengajakmu bicara.
Namun, aku tak mampu mengeluarkan suara.
Ingin sekali hati ini untuk menyapa,
Namun raga ini tak sanggup dan tak berdaya.

Sungguh aku tidak mengerti apa yang saat ini kurasakan,
Namun aku seperti mendengar bisikan,
Dari angin yang berhembus ke arahku, dari arahmu
Yang membuat mataku tidak bisa kupalingkan dari dirimu.

Bunga-bunga seakan bertebaran dan berjatuhan seperti hujan di sekelilingku.
Saat mata ini memandang, ke arah indah nya ronamu.

Rasa bergejolak seakan membara di dalam dada ini,
Namun aku tidak mampu mengungkapkan nya dengan suara.

Entah rasa apa yang sudah menerpaku,
Entah mengapa mata ini tidak bosan untuk memandangimu.

Aku hanya bisa memastikan
Saat angin berhembus ke arahku
Kalau hati ini sudah jatuh
Pada saat mata ini memandangmu
Saat-saat aku memandangmu untuk yang pertama kali.

Nofri Pratama | Padang 07/03/2017 01:17WIB

Catatan 2:
72 Jam Yang Indah Bersamamu

Buat kamu yang pernah hadir, dan mengisi hari-hari yang berbeda dari hari-hari ku sebelum nya. Menjadi bintang yang sudah menghiasi langit malam di hatiku, yang pernah kuharapkan menjadi akhir petualangan cintaku, setelah sebelum nya sempat di hempaskan badai, dan hanyut di telan ombak samudera.

Dari sudut tongkrongan malam, gelap dan sepi yang dihiasi kerlap-kerlip sinar bintang, udara dingin malam ini mulai terasa menggigiti kulit, ditambah rasa rindu yang harus kupendam yang sangat menyiksa.
Aku hanya mau mengatakan.

Terima kasih sudah mau menerima dan membalas perasaan cinta, yang sudah berani ku nyatakan kepadamu dulu, walau itu hanya 72 jam waktu yang kamu berikan untuk ku merasakan keindahan nya.

Terima kasih sudah menyisihkan 4320 menit dalam hidupmu dulu, untuk menemani dan mengisi kekosongan hari-hari ku, hingga akhirnya aku merasakan dan mengenal cinta kembali. Setelah dulu aku terpuruk dari cinta masa lalu dan tidak ingin mengenal nya lagi.

Terima kasih sudah mengukir kenangan manis 259200 detik di dalam hidupku bersamamu dulu, yang tidak akan pernah hilang dari benakku, dan akan menari-nari indah dalam ingatan bagaikan daun-daun pohon yang di tiup hembusan angin surga yang sejuk. Hingga terasa sampai kerelung hati yang paling dalam.

Terima kasih sudah mau menjadi bagian dari hidupku, walaupun itu sudah berlalu, namun bekas- bekas 3 hari yang indah bersama cintamu. akan selalu abadi dalam ingatan dan hatiku, sampai nanti raga ini tidak dapat menghembuskan nafas lagi.

Nofri Pratama | Ujung Gading  08/01/2017
 

Bersama Kalian Sahabat


Masih ingatkah teman semua cerita kita
Masih ingatkah teman canda tawa bersama
Ketika dulu sama-sama memimpikan
Untuk sampai ke satu tujuan.
Melewati lelah perjalanan
Untuk satu keindahan.

Memaksa kita memendam kepedihan
Ketika kaki mulai lelah dengan semua nya
Namun niat bersama di dalam hati
Menghancurkan perih yang didera
Untuk tetap maju bersama.

Hanya satu yang ku inginkan teman
Jangan pernah lupa semua hal tentang kita.
Kita yang pernah merasakan pahit dan manis bersama
Demi mengukir sebuah cerita.
Untuk kita kenang bersama.
Selamanya

Nofri Pratama | Padang 11/02/2017

Akhirnya Hanya Merasakan Luka


Kadang, ingin sekali rasanya diri ini di guyur.
Di sembur, dan di basahi air hujan, yang jatuh.
Agar aku dapat tersadar.
Sadar dari, bayang-bayang memilikimu, yang membuat patah

Kedalaman, ketulusan cinta ini untukmu
Yang membuat aku, tidak mudah melupakan semua itu
Namun kamu dengan tega menikam nya
Hingga hati ini, terluka parah, dan terasa perih di dada

Aku tidak mengerti maksudmu
Hingga, aku merasakan cinta
Namun cinta itu menumbuhkan rasa
Rasa tersiksa yang mendalam bagiku
Hingga, aku merasakan patah, pada akhirnya.

Nofri Pratama | 03/02/2017
 

Selamat Jalan Sahabat


Kita pernah bercanda tawa bersama
Menghabiskan indah nya malam bertaburan bintang bersama.

Kita pernah bersedih
ketika kita lelah menghadapi keras nya dunia
Yang nyata.

Kami mungkin tidak pernah bisa melupakan semua nya
Tentang Kita.

Saat-saat indah bersama
Saat-saat menghadapi kelam nya dunia.

Kami mungkin tidak pernah bisa menghilangkan
Jejak-jejak kenangan yang pernah kita ukir bersama.

Kebersamaan yang sangat indah yang pernah kurasakan
Namun sekarang, kami hanya bisa meratapi
Merasakan sangat kehilangan
Setelah kepergianmu.

Hanya rangkaian doa yang bisa kami kirimkan untukmu
Selamat beristirahat dengan tenang di alam sana
Sahabat.

Nofri Pratama | Padang 21/02/2017

Diary Ku


Diary ku
Kamu sebuah buku kecil yang selalu menemaniku.

Kamu lembaran kertas-kertas
Yang selalu setia menerima curhatan hatiku.
Yang selalu mau mendengarkan
Ocehan demi ocehan dari mulud ku.

Yang kemudian ku coretkan tinta pada tubuh mu.

Diary ku.
Terima kasih telah menemani sepi hariku.

Diary ku...
terima kasih telah meramaikan sepi hatiku.

Diary ku.
terima kasih telah menerima coret-coretan jeritanku.

Yang kadang kala tidak menentu.
Terima kasihku untuk mu, selalu.
Diary ku.

Nofri Pratama | Padang 23/02/2017

Catatan 3:
Surat Untuk Perempuan Dimalam Itu


Untukmu yang sudah menghentikan pandanganku, dan membuat nya tertahan kearahmu.

Ini bukan suatu yang kebetulan, atau juga yang sudah direncanakan.

Aku hanya ingin mengatakan nya kepadamu, mungkin malam itu adalah malam yang sangat indah bagiku.

Dimana aku telah merasakan kepingan demi kepingan hatiku yang sempat patah dan hancur, seakan bersatu kembali, dan menciptakan sebuah rasa yang baru, saat mata memandang lama kearah senyuman manismu.

Kurasa setelah pertemuan singkat yang kamu hadiri itu, aku merasa berani kembali untuk merasakan jatuh cinta kembali.

Sebuah pemandangan yang membuat mataku berseri-seri malam itu.

Melihat senyumanmu yang terukir indah di wajahmu.

Aduhai manis sekali.

Raut wajahmu yang kebingungan saat menunjukkan arah, membuatku semakin tidak bisa melupakan ronamu.

Tanpa kamu sadari, aku memandangimu cukup lama.

Memperhatikan raut-raut garis di wajahmu itu.

Melalui mata yang merekam, aku juga menyimpan bayangmu di dalam hatiku.

Waktu begitu cepat malam itu, ingin rasanya menghentikan nya, namun itu mustahil untuk di jadikan kenyataan.

Ingin pula rasanya menghentikan seluruh nya malam itu, membuat nya semua terdiam dan mengkaku, agar aku bisa memandangimu lebih lama.

Lama sekali.
Aku tidak sepandai para pujangga di luar sana yang mahir memainkan dan meliuk-liukkan kata untuk menggambarkan begitu indah dirimu, begitu cantik parasmu, begitu ayu dan manis senyummu.

Dan begitu sulit melepaskan ronamu yang membayang di pikiranku. Bahkan itu tidak bisa.

Aku hanya ingin mengatakan kepadamu terima kasih sudah membuat aku merasakan jatuh cinta kembali.

Terima jabat salamku untukmu, yang tidak bisa bertemu, hanya ada dalam angan-anganku, dan tersimpan rapi dalam peti hatiku, yang akan abadi selama darah masih mengalir dan jantung masih berdetak, selama nafas masih bisa di tarik dan di hembuskan.
"Walau aku tidak bisa memilikimu, jatuh cinta kepadamu saja sudah melebihi rasa dari memilikimu."

Nofri Pratama | Padang 09/03/2017
 

Kau Yang Tak Nyata


Kau yang tak nyata
Aku tidak mengenalmu sebelum nya
Namun kau hadir membawa kedamaian di dalam jiwa.

Kau yang tak nyata
Aku seakan merasakan indah nya dunia.
Saat aku melihat fotomu saja
Aku jadi tahu apa arti bidadari itu sebenar nya.

Kau yang tak nyata
Saat hembusan angin yang menerpa wajahku
Aku merasakan dan seperti melihat bayang mu mendekatiku.

Kau panggil aku dengan nama yang kau ciptakan sendiri
Dan aku juga memanggilmu dengan ciptaanku sendiri.

Kau yang tak nyata
Belum mengenalmu saja
Aku sudah ingin menceritakan keluh kesahku sendiri kepadamu
Sebab aku merasakan sangat dekat.
Dekat.

Dekat sekali denganmu.
Kau yang tak nyata
Aku merasakan kehadiran mu hanya beberapa mili di depan ku,
Walau sebenar nya sosokmu tidak berada di situ.

Kau yang tak nyata
Mengkinkah kita akan bertemu
Kau yang tak nyata
Apakah kamu akan mau mendengar keluh di hatiku

Kau yang tak nyata
Aku bertanya-tanya di dalam hati sendiri
Yang tidak akan bisa aku dapatkan jawaban nya

Kau yang tak nyata
Namun aku selalu berharap bisa hadir di depan mu
Dan mendekat
Mendekat...
Mendekat...
Sampai aku bisa mendengar alunan suara nafasmu.

Nofri Pratama | 12/03/2017

 
Tentang Hati Tak Akan Pernah Salah Memilih


Kau bertanya kenapa aku suka kepadamu
Kau bertanya kenapa aku cinta kepadamu
Kau bertanya kenapa kamu yang aku pilih
Aku hanya bisa menjawab
Bukan aku  yang mebimbulkan suka itu
Bukan aku yang membuat cinta itu menjadi ada
Dan bukan aku yang memilih dan menginginkan itu semua.
Tapi ada hati di dalam raga ku ini.
Yang suka.
Yang cinta.
Yang memilih.
Hati ini lah yang membuat itu semua
Hati yang menentukan itu semua. 
Aku hanya menuruti nya
Aku hanya menjalankan nya.
Karena aku tahu satu hal tentang semua itu
Tentang hati tak akan pernah salah memilih.

Nofri Pratama | 14/03/2017
 

Bolehkah ?


Bolehkah ?
Bolehkah kalau aku mengatakan cuma kamu yang ada di dalam hatiku.

Bolehkah ?
Bolehkah aku mengucapkan kalau cintaku hanya untukmu.

Beribu bintang menghiasi angkasa malam
Tapi aku tidak tertarik melihat nya
Mataku hanya ingin melihat cahaya bagaikan bintang di bola matamu.

Izinkan aku menanamkan setangkai bunga cinta di hatiku.
Yang jika mekar, akan aku persembahkan untukmu.

Nofri Pratama | 20/03/2017
 

Yang Dipertemukan Waktu


Kita adalah roh yang dipertemukan pagi
Oleh waktu
Yang dibalut dalam sebuah kisah
Kisah romantis, maha cinta
Untuk menikmati indah nya senja.

Terima kasih tanah, telah menyatukan kami
Terima kasih langit, telah mempertemukan kami
Terima kasih tuhan, yang telah merestui kami

Senja, hiburlah kami dengan sejuta keindahanmu
Manjakan mata kami dengan seluruh warnamu
Sejukkanlah hati kami dengan angin yang berhembus
Membawa suasana bahagia
Yang selalu menyelimuti langkah-langkah kaki kami
Hingga kami puas
Sampai kami siap untuk pulang

Nofri Pratama | Padang 14/08/2017
 

Empat Mei Di Tahun Itu


Tak pernah terucap kata seperti itu sebelum nya.
Sebuah kata-kata yang janggal untukku kala itu.
Aku tidak mengerti mengapa aku tidak bisa.
Menhan untuk tidak mengatakan semua itu.
Namun keberanianku kala itu
Memuncak entah kenapa
Sampai-sampai aku tidak bisa mengendalikan nya
Kumulai beranikan diri
Merangkai indah kata-kata dalam benak ku.
Jantung berdetak tidak menentu
Darah seaakan ingin menyembur
Sampai mulud ini pun berkata
“Aku suka sama kamu, dan aku mencintaimu
Apakah kamu mau menjadi pacarku ?.”
Hati seakan lepas dari penjara
Lega setelah semua itu terungkapkan.
Itulah yang ku ingat kala itu 
Di tanggal empat mei
Di tahun itu.

Nofri Pratama | Padang 24/02/2017

Catatan 4:
Kaulah Bidadari Berjilbab Hijau Dimalam Itu


Mata masih enggan terpejam, dan perasaan ngantuk seakan tidak menghinggapiku malam ini, padahal aku tahu sekarang sudah larut malam dan sebentar lagi pagi akan datang kembali.

Entah apa yang aku pikirkan sehingga aku bisa seperti ini, entah apa yang membuatku menjadi akan lupa semua nya dan hanya ada satu bayang yang sedari tadi ada dalam ingatan ku, bayang-bayang yang melayang-melayang dan tidak mau pergi dari benakku.

Selalu tergambar indah pesona nya, aku masih mengingat akan garis-garis indah rona wajah nya itu. Mungkin ini yang tidak bisa memejamkan mataku malam ini, aku masih ingin terus-menerus mengingat dan terus membayangkan semua itu.

Membayangkan sosok yang beberapa saat tadi, yang kupandang, yang seakan menerpa sebuah rasa dihati. Membuatku enggan mengalihkan pandanganku dari nya dan seakan mata betah sebetah-betah nya untuk terus memandangi nya.

Benar, tidak salah lagi, bayang-bayang yang ada di benakku yang saat ini seaakan bertahan dan tidak mau menghilang. Aku bisa melihat nya dengan jelas, dan aku masih bisa merasakan saat menatap nya, memang dialah bidadari berjilbab hijau yang aku pandang-pandang tadi.

Dia seakan hadir dari tokoh fiksi yang menceritakan cinderella, ataupun kisah-kisar peri yang turun ke bumi. Sungguh betapa indah pesona nya.

Aku masih ingat jelas betapa indah wajah nya, aku masih mengingat betapa manis senyum nya, itu yang membuatku tidak bisa melupakan nya. Itu yang membekas di ingatan ku, rona nya begitu tidak terlupakan saat sudah memandangi nya.

Ketika melihat nya, aku ingin sekali kembali mengenal yang nama nya cinta. Mungkin akan sulit akan itu semua, tapi aku sudah sangat bahagia dan seperti membuat cerita indah di hidupku karena telah melihat mahluk ciptaan tuhan yang seindah dirinya.

Tidak bisa kupungkuri kalau aku sudah jatuh cinta kepada nya saat-saat pandangan pertama. Yang tidak bisa ku ungkapkan dengan suara.

Karena saat memandang nya aku merasakan tubuhku kaku terdiam dan tidak sanggup berbuat apa-apa. Hanya mata ini yang bisa menjelaskan itu semua, dan hati ini yang merasakan dahsyat getaran nya.

Kaulah yang menciptakan semua rasa itu, iya kamu bidadari berjilbab hijau, yang turun dari kayangan malam itu.

Nofri Pratama | 08/03/2017 02:17WIB
 

Melangkah, Dan Kembali Pulang


Berjalan melintasi terik nya mentari
Kaki terus melangkah menyusuri jalan ini
Walau panas terus menghadang diri
Terus melangkah tanpa tau kapan akan meng-akhiri

Ini sebuah perjalanan mencari jatidiri
Melengkapi tualang hidup ini
Terus. Terus. langkahkan kaki
Terus. Terus. hingga semua terlengkapi.

Lewati semua ini dan kembali pulang
Lalui semua ini dan ketahui mana gelap, mana terang
Dan berteriak pada dunia setelah menang
Dan rasakan nikmat nya tidur dengan tenang.

Nofri Pratama | 25 juli 2017
 

Kau Yang Tak Nyata 2:
Kehadiranmu


Aku tidak mengenalmu sebelum nya
Namun bagiku
Kehadiranmu bagaikan pelangi di atas awan
Muncul membawa warna-warni yang mempesona hati
Hingga aku tenggelam dibuat keindahanmu
Aku selalu berusaha memandang dan menatapmu lebih lama
Menikmati setiap lekuk ronamu
Memperhatikan cahaya yang bersinar di bola matamu yang sangat indah itu
Kamu bagaikan tujuh warna yang menghiasi pandangan mataku
Seakan melukiskan sebuah lukisan yang mempesona
Yang membuat pikiranku tidak bisa melupakan setiap garis warna yang kamu ciptakan
Di kepala ku.
Di ingatan ku.
Serta
Di bayang-bayang
Lamunanku.
Aku tidak bisa melewatkan setiap kedipan mataku, tanpa memandangi indah pesonamu.

Nofri Pratama | 17/03/2017
 

Pudar


Saat mataku memandang ke arah jari manis mu, perasaan ku mulai gelisah, hati berantakan yang sangat-sangat luluh lantah, harapan yang sebelum nya sudah indah dalam bayangan ku seaakan hancur seketika dan pudar perlahan-lahan.

Kalau memang sudah ada yang mengikatmu, aku akan mencoba perlahan menjauhimu, perlahan meninggalkanmu, membiarkan perasaan di dalam hatiku memendam, walau akan terasa begitu sakit untuk melupakan semua, namun itulah jalan yang harus kutempuh.

Nofri Pratama | 18/03/2017
 

Hanya Malam Biasa Untukku


Malam yang selalu di tunggu-tunggu dan di nanti-nanti
Para sejoli yang sedang merasakan indah nya cinta
Ia, malam yang di tunggu untuk bisa mencurahkan isi hati
Antara pasangan kekasih yang saat ini dilanda rindu.

Tapi malam minggu yang selalu dinanti-nanti itu
Hanyalah salah satu malam yang sudah menjadi malam biasa bagiku hanya malam-malam yang sama
Dengan hari-hari yang ada tujuh hari dalam satu minggu itu.

Nofri Pratama | 18/03/2017
 

Pantai Tiram


Pepohonan hidup menjuntai tinggi seakan ingin mencakar langit
Di tepian pantai, debur ombak nan damai
Baris berbaris menghadap seakan menikmati indah nya laut luas nan elok, nan biru
Angin sepoi-sepoi meredam amarah, menyejukkan jiwa
Banyak muda mudi datang dan pergi silih berganti
Untuk menikmati suasana pantai ini

Pantai tiram 
Aku suka warna mu
Aku suka kesejukan mu
Aku suka kamu, aku cinta kamu
Pantai tiram

Nofri Pratama | 15/08/2018
 

Kau Datang Lagi Malam Ini Di Ingatanku


Kau datang lagi malam ini di ingatanku
Mengoyak-oyak kembali rasa, pikiran serta ingatan dulu bersamamu.

Kau datang lagi malam ini di ingatanku
Bersama dingin nya semilir angin yang berhembus, mengusik relung-relung hati yang pernah patah, dan bersatu kembali dengan berjalan nya waktu.

Kau datang lagi malam ini di ingatanku
Disertai rintik-rintik hujan tanggung, tak deras namun membasahi, hanya mengharap-harapkan tanah tanpa bisa membasahi semua nya.

Kau datang lagi malam ini di ingatanku
Seperti buku lama yang ingin kubaca kembali kisah nya, seperti kata-kata yang ingin kutuliskan. Namun tak kunjung bisa kukerjakan, mengingat sakit yang pernah dirasakan.

Kau datang lagi malam ini di ingatanku
Tanpa ku ingini, tanpa kumaui
Mengusik seakan mengajak bercanda kembali, menyeruap kisah lama, agar di ulang kembali.

Silahkan datang kembali, namun jangan kau usik lagi
Silahkan datang kembali, namun jangan kau ungkit lagi.
Silahkan datang, namun kuharap dengan tenang.

Nofri Pratama | 18/08/2017
 

Cinta


Cinta.
Cinta.
Cinta.
Kau
Sebuah nama
Perasaan
Yang selalu disalahkan
Ketika hati merasakan
Patah.

Nofri Pratama 18/08/2017
 

Membunuh Perlahan

Mimpi dan impian tanpa kita sadari perlahan dapat membunuh cinta kita, namun dalam proses nya hati akan merasakan rindu yang sangat akan seperti mencekik dan membunuh perlahan.

Hanya jiwa dan raga yang harus di perkuat untuk melawan rasa sakit itu. Hanya raga dan jiwa yang harus di kokoh kan untuk melewati itu semua, melewati dahsyat nya badai, dan besar nya gelombang rindu yang akan menerpa.

Nofri Pratama | 18/03/2017
 

Menikmati Air Mancur Berdua


Masih ingatkah saat kita menikmati air mancur berdua ?
Berfoto ria seakan kau ingin mengabadikan segala momen saat itu, dengan kamera jadulmu, kau menangkap setiap sudut tempat kita lalui.

Saat aku tidak sadar duduk menikmati dingin nya sembuan air mancur di tepi kolam pemandian, kau malah mendorongku sampai terjatuh ke dalam kolam
Aku masih ingat sekali ketawa isengmu itu, kau ketawa dengan puas nya setelah menjatuhkanku.

Badanku kedinginan saat itu, namun aku menahan nya dan ikut tertawa bersamamu.
Aku masih ingat saat kau menjulurkan tanganmu, menawarkan pertolongan, saat aku menangkap tanganmu, aku ber-inisiatif untuk menarikmu sampai terjatuh kedalam kolam. 

Kita menikmati dingin nya kolam pemandian itu, di tambah semburan embun-embun dari air mancur di tengah nya.
Aku merasakan hidupku sempurna dan manis kala itu.

Nofri Pratama | Agustus 2017
 

Kolase 1

Tidak dapat di pungkiri, nyata nya semua perasaan--baik yang tersampaikan, maupun yang tidak tersampaikan--semua memang harus berlalu.
Nofri Pratama | Padang 2017
 

Dulu Di Pertemukan Lalu Di Pisahkan


Dulu kita di pertemukan namun kini di pisahkan
Kita yang dulu di genggam sebuah perasaan namun kini sudah di lepaskan

Perasaan-perasaan itupun perlahan memudar, walau kadang masih dapat dirasakan
Beribu kali kucoba menghapuskan semua nya, namun sia-sia

Bayangan kisah lalu terus saja melayang-layang dikepalaku, namun tidak dapat kunikmati

Kucoba lari dari itu semua, dan berusaha mengenal mereka yang baru

Namun.

Usaha-usahaku merubah semua nya, kandas.
Ada yang aneh rasa nya, dengan mengenal mereka-mereka yang baru, tetapi ada yang terselip diantara nya

Tidak ada yang bisa kuperbuat lagi, walau semua nya telah terjadi
Mereka juga hanya datang
Lalu tiba-tiba pergi. 
Pergi. 
Pergi.
Dan pergi lagi.

Nofri Pratama | Padang 30/08/2017
 

Kolase 2

Pahit empedu, sama hal nya sakit menahan rindu. Kau tahu empedu pahit, jadi kau bisa tolak untuk tidak menikmati nya.

Namun kau tidak mampu menolak untuk merasakan sakit nya rindu. Sepahit-pahit nya empedu lebih pahit merasakan sakit nya menahan rindu.

Nofri Pratama | Padang 2017

 
Tetap Kujaga Walau Sudah Berlalu


Tidak ada hari baru
Yang kurasakan setelah semua berlalu
Tidak ada kebahagiaan
Tawa ceria yang kurasakan
Setelah kesedihan mengakhiri semua nya.

Dimana hari-hari dulu yang bahagia
Yang mana selalu terukir canda dan tawa
Perasaan yang selalu bahagia

Waktu-waktu yang indah dulu kini sudah berlalu
Semu.
Pasif.
Bergerak namun terasa tidak ber-arti lagi

Bila mana kesempurnaan tidak bisa diciptakan
Apakah bahagia dengan kesederhanaan juga harus di hilangkan
Di hapuskan
Di lenyapkan
Apa tidak bisa dinikmati ?

Namun perasaan-perasaan dulu masih kujaga walau tak berguna lagi
Akan kujaga walau hari-hari tak seceria dulu lagi
Akan tetap abadi walau waktu tak seindah dulu lagi
Akan selalu tetap kujaga walau sudah berlalu

Nofri Pratama | September 2017
 

Aku Masih Disini Bersama Puisi


Akhir-akhir ini cuaca tidak menentu
Kadang hujan deras menghantam
Menciptakan dingin yang kurasakan
Kadang mentari bersinar dengan terang nya
Menciptakan panas menyengat terasa membakar kulitku.

Aku masih bertahan disini
Bersama puisi-puisi yang coba kutulis sendiri
Bersapa sepi yang selalu menemani

Aku masih tetap bertahan disini
Tetap mencoba mencoret kata demi kata
Mencoba menjelaskan perasaan-perasaan yang masih kujaga

Walau sekarang perasaan-perasaan yang kurawat itu sudah berlalu
Dan hanya menyisakan kenangan
Rindu

Yang akan selalu kukenang
Dan akan selalu kuingat lewat puisi-puisi yang kutuliskan

Nofri Pratama | September 2017
 

Angan Anganku


Sudah ada dalam angan-anganku
Untuk tinggal bersamamu
Di rumah kayu yang sederhana di tepi hutan belantara yang sepi

Aku ingin menikmati hari-hari berdua dengan tenang denganmu
Tanpa ada suara isak bising kota
Tanpa harus menghirup polusi yang semakin mengkawatirkan

Pahit manis hanya akan dinikmati berdua
Tanpa harus pernah mengadu
Kepada telinga yang hanya mau mendengar saja

Ingin sekali aku mengajakmu jalan-jalan pagi
Menikmati sejuk nya udara hutan belantara
Hijau pepohonan, hanya ada suara burung yang menggoda

Namun semua nya harus sirna
Dan menjadi angan-angan semata
Setelah kau pergi entah ke haluan yang mana
Tanpa pamit kau tinggalkan rindu
Yang entah kapan akhir semua nya.

Nofri Pratama | September 2017
 

Tuntaskan Perasaan Meski Kadang Jawaban Menyakitkan


Sering kucoba melupakan
Meski tak kunjung hilang dari ingatan
Pernah ingin kulakukan melukai diri
Namun masih bisa kuredam kembali
Tidak ada gunanya menyalahkan diri
Untuk perasaan walau tidak dihiraukan
Tidak ada yang disalahkan sebuah pernyataan

Sebab perasaan harus di tuntaskan
Memendam sama hal nya menyiksa
Meredam sama hal nya mendusta
Tidak pernah salah menyatakan sebuah perasaan

Meski sering hanya di balas gurauan
Ditanggapi dengan senyuman
Tanpa arti membalas nya
Jika punya perasaan
Jangan pernah pendam
Jika punya perasaan
Jangan pernah simpan
Tuntaskan semua perasaan
Meski kadang jawaban begitu menyakitkan.

Nofri Pratama | September 2017
 

Tidak Mampu Menghibur Diri Sendiri


Aku masih selalu berpesta dengan kata-kata
Yang selalu kutuliskan saat suka maupun duka

Kota ini ramai riuh gemerlap
Namun aku tak mampu menghibur diri sendiri
Keramaian selalu terkalahkan perasaan sepiku

Alunan musik terkadang tidak mempan lagi menghibur

Kenapa aku hanya merasakan sepi
Dan rindu padamu yang selalu menyelimuti
Sejak hilang nya kamu dari pandangmu
Semua sudah terasa hampa
Tak berguna

Bayang-bayangmu selalu saja tak bisa kuhilangkan
Walaupun rindu semakim sesak kurasakan
Kenapa aku selalu gagal menghibur diri
Selalu kutuliskan kenangan 
Di kertas-kertas namun selalu kuremukkan akhir nya

Nyata nya aku tak pernah mampu untuk menuliskan semua nya
Datanglah sebentar
Walau hanya di dalam alam mimpiku
Hiburlah diriku sesaat
Hingga rindu terasa sedikit memudar.

Nofri Pratama | September 2017
 

Kenangan Bukan Berarti Harus Dilupakan


Waktu terus berjalan meninggalkan ku
Yang terlena hanya karena kisah lalu
Yang disebut kenangan

Aku masih ingin menikmati semua nya
Aku suka berkelana dalam lamunan ku dibuat nya

Kanangan bukan berarti harus terlupakan
Sebab bernostalgia dengan nya harus dapat dirasakan

Bukan berarti terpuruk
Dan mencoba merubah diri
Tetapi masih belum bisa melangkahkan kaki
Aku selalu ingin menutup kisah ini dengan sempurna 

Namun apa daya melakukan nya
Sebab ada kuasa di balik kuasa
Meskipun manis tidak terasa pada akhirnya
Aku tetap mengucap terima kasih
Telah membawaku sampai kesini

Terjal-terjal perjalanan menelusuri hati
Telah dikorban kan semua nya
Demi mencoba mengukir kisah indah di setiap hembusan nafas

Namun akhir siapa yang dapat menebak
Hanya satu pesan yang selalu tetap kutanamkan

Akan selalu kuingat saat tubuh mulai sakit menahan
"Tetap semangat menelusuri jalan, meski harus ada jurang yang menghadang."

Nofri Pratama | September 2017

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel